Posted by: tapibukanaku on: September 3, 2009
Sekali lagi jargon “ nasionalisme“ kembali dikobarkan di berbagai daerah di tanah air. Demam nasionalisme akhir akhir ini yang sedang melanda sebagian besar rakyat Indonesia diawali oleh negara tetangga kita Malaysia yang mengklaim beberapa hasil budaya asli negeri ini sebagai milik mereka untuk promosi pariwisatanya . Penulis sengaja memberi penekanan pada kata nasionalisme karena nasionalisme yang sekarang banyak didengungkan sebagian orang tersebut pengertian sangat sempit dan bahkan bertentangan dengan nasionalisme yang dicita citakan oleh pendiri bangsa ini. Nasionalisme menurut pandangan Soekarno dalam pidatonya yang berjudul Indonesia menggugat yang disampaikan di depan pengadilan kolonial Belanda pada 18 Agustus 1930 adalah “adanya rasa persamaan sebagai rakyat yang tertindas oleh penjajah kolonial dan ingin mewujudkan kemerdekaan sejati baik lahir maupun batin bagi seluruh rakyat indonesia…nasionalisme indonesia adalah nasionalisme yang positif, nasionalisme yang mencipta, nasionalisme yang anti chauvinist…”. Ernest Renan dalam bukunya What Is A Nation menyebut nasionalisme Soekarno ini sebagai kehendak untuk bersatu (le dwsire d’entre ensemble). Nasionalisme ini membentuk persepsi dan konsepsi identitas sosial kaum pergerakan di seluruh negara jajahan sebagai suatu kekuatan politik yang tidak bisa disepelekan oleh penguasa kolonial. Tujuan nasionalisme ini adalah pembebasan dari penjajahan dan menciptakan masyarakat yang adil serta tidak ada lagi penindasan. Tentu jika dilihat dalam perspektif di atas nasionalisme yang sesungguhnya tidaklah bertujuan untuk mencintai tanah air dengan kacamata kuda namun lebih dari itu yakni mewujudkan suatu tatanan masyarakat yang merdeka dari penjajahan serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya. Baca entri selengkapnya »
Posted by: tapibukanaku on: Juli 16, 2009
Melihat sedikit ke akhir tahun 2008 jatuhnya Wall street di Amerika Serikat (AS) menyebabkan krisis ekonomi pasar global yang mengakibatkan jutaan orang kehilangan pekerjaan di seluruh dunia. Krisis kapitalisme modern ini terjadi akibat terlalu banyak uang yang berputar di pasar modal. Adanya investasi moneter tanpa disertai investasi riil menjadikan uang sebagai komoditas yang cepat datang tetapi juga cepat menghilang. Krisis kapitalisme ini bukanlah yang pertama terjadi di dunia. Sejak kapitalisme dipakai sebagai sistem dunia sudah beberapa kali krisis mengguncang. Yang pertama adalah krisis di tahun 1920an yang menyebabkan resesi di AS, kedua krisis pada tahun 1970an yang menimpa negara negara Eropa, ketiga krisis ekonomi yang menyebabkan jatuhnya perekonomian Asia dan terakhir di tahun 2008 adalah yang terparah dari semuanya sehingga menurut FAO lewat laporannya pada 28 Juni lalu akan menyebabkan 1,02 Miliar warga bumi kelaparan. Penanggulangan krisis kapitalisme inipun berbeda- beda namun yang jelas tidak bisa mengatasi kontradiksi yang terdapat dalam kapitalisme itu sendiri seperti yang dikatakan oleh Karl Marx. Jika pada awal abad 20 krisis ekonomi diatasi dengan perang dunia yang disebut Lenin sebagai perang imperialis,krisis kedua dengan kebijakan ekonomi pasar yang diperluas yang sering disebut neoliberalisme maka krisis kali ini belum jelas kemana akan berujung. AS sebagai pengusung utama sistem kapitalisme ternyata tidak bisa mengandalkan kekuatan pasar untuk mengobati krisis ekonomi tersebut sehingga harus meminta uang pajak dari rakyatnya untuk disuntikkan kepada perusahaan-perusahaan multinasional yang terancam kolaps. Yang menarik adalah dengan terpilihnya Obama sebagai presiden kulit hitam pertama diharapkan akan dapat membawa dunia dapat melewati krisis ekonomi dengan kebijakan yang berbeda dengan para pendahulunya, namun tampaknya tidak ada yang berubah dengan kebijakan ekonomi politik laur negeri AS untuk melakukan upaya tersebut jika dilihat apa yang terjadi dengan perkembangan politik dunia awal periode 2009ini. Baca entri selengkapnya »
Posted by: tapibukanaku on: Juli 10, 2009
Dari janji yang akan berangkat jam empat pagi akhirnya bisa berangkat baru jam lima pagi dari kota Solo karena ada keterlambatan bangun (tetep…ho3..) juga ada negosiasi dari 1 peserta yang udah dijemput pagi2 tapi akhirnya ga brangkat juga (maksude opo ki mbatalke tiba2??) tujuan pertama adalah tempat sarapan di Boyolali yang aku sendiri belum pernah. melintasi kota Solo yang lengang after pemilu presiden di pagi hari sungguh menyejukkan, belum rame orang beraktivitas di pagi hari kemarin, mungkin jam segini masih tersisa orang yang lelah setelah pilpres seperti yang aku rasain ato mungkin bisa juga karena ini hari libur jadi tidak banyak seragam anak sekolah terlihat di hari ini. Dari 2 mobil yg konvoi Aku dapet tempat di mobil cowonya vanya bersama bintang, mas eko(cowonya)dan vanya sendiri tentunya moso deke raono kan malah aneh hehehe… Baca entri selengkapnya »
Posted by: tapibukanaku on: Juli 10, 2009
Hingar bingar konstelasi politik Indonesia memasuki tahap-tahap puncaknya. Dalam konteks ini adalah Pemilu 2009. Pemilu adalah puncak dari demokratisasi. Pemilu diharapkan menjadi sebuah jalan untuk memilih pemimpin bangsa yang nantinya akan memegang amanah dari rakyat dan bertugas untuk menyejahterakannya sekaligus membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
HMI sebagai salah satu organisasi mahasiswa tertua dan terbesar dimana hingga kini telah berusia lebih dari 62 tahun sejak kelahirannya pada 5 Februari 1947 lalu berperan sebagai moral force (kekuatan moral) dan kelompok penekan (pressure group) sehingga dengan adanya peran ini mewajibkan HMI untuk berada di luar struktur kekuasaan ataupun kebijakan yang berjalan. Dalam hal ini, HMI haruslah independen dalam setiap gerak langkahnya. Untuk itu, konstelasi politik semisal Pemilu 2009 merupakan lingkup kecil dari upaya pengimpelementasian independensi itu. Karena memang pada realitasnya independensi HMI tidak hanya ada pada momen-momen Pemilu dan politik lainnya, melainkan HMI berkewajiban memegang prinsip independensi ini dengan kokoh dan tanpa tawar-menawar dalam seluruh aktivitas keorganisasiannya.
Perihal betapa penting dan utamanya independensi HMI ini telah termaktub dan diatur dalam konstitusi HMI yakni terdapat pada Pasal 6 Anggaran Dasar HMI mengenai sifat bahwa HMI bersifat Independen. Penjelasan ke-independensi-an HMI dirangkum dalam Tafsir Independensi HMI yang menjadi pedoman organisasi dalam menjalankan aktivitas-aktivitas organisasi. Baca entri selengkapnya »
Posted by: tapibukanaku on: Juli 10, 2009
Jebres (Espos) Sebanyak 50 pemantau Pilpres dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Solo ditolak oleh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Jebres. Penolakan tersebut buntut dari temuan Panwascam Jebres atas dukungan HMI kepada Capres-Cawapres SBY-Boediono di Jebres.
Ketua Panwascam Jebres, Muttaqin mengaku telah memiliki bukti-bukti kuat terkait keterlibatan HMI sebagai tim sukses SBY-Boediono. Bukti tersebut berupa kampanye HMI Solo di Gedung HMI Jebres atas dukungannya kepada SBY-Boediono, Minggu (5/7) atau sehari setelah Banwaslu melantik mereka. “Kami memiliki bukti foto dan rekaman atas sejumlah atribut dan yel-yel SBY-Boediono oleh HMI justru sehari setelah Bawaslu melantik mereka,” paparnya.
Dengan sikap penolakan tersebut, maka Panwascam Jebres dengan tegas menolak semua hasil temuan pemantau dari HMI atas pelaksanaan Pilpres 2009 ini. Mereka juga siap membawa persoalan tersebut ke ranah hukum lantaran pengawas HMI Solo terbukti tak netral dan mendukung SBY-Boediono. “Kami juga tak akan menandatangani berita acara yang dibuat HMI, meski dalam surat Bawaslu HMI adalah mitra PPL (pengawas pelaksana lapangan-red).”
Sementara itu Koordinator dari HMI, Adillia Prasetyo Wibowo menjelaskan acara di gedung HMI tersebut bukan dilakukan oleh HMI, melainkan oleh alumni HMI. Dia juga menerangkan, bahwa gedung HMI lantai II dan II adalah gedung komersial yang siapapun bisa menyewa. “Kami tak terima jika dituding berpihak ke salah satu Capres. HMI itu netral,” paparnya saat ditemui Espos di Panwascam Jebres. Dalam kesempatan itu, pengurus HMI dengan Panwascam Jebres tak mencapai kata sepakat soal perselisihan itu. – Oleh : asa
http://www.solopos.net/zindex_menu.asp?kodehalaman=h29&id=278753
http://hmi-surakarta.co.cc/panwascam-jebres-tolak-50-pemantau-hmi/
Posted by: tapibukanaku on: Juli 10, 2009
Banjarsari (Espos) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Solo menyiapkan sebanyak 50 personel pemantau Pemilu dalam pelaksanaan Pemilihan Presiden ( Pilpres) Rabu (8/7) ini.
Puluhan pemantau itu bakal ditempatkan di 50 kelurahan yang ada di Kota Solo.
Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Kepemudaan, Adilla Prasetyo saat ditemui Espos, Selasa (7/7), mengungkapkan, penempatan pemantau Pemilu ini sebagai tindak lanjut atas kerja sama antara Pengurus Besar HMI dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Sebelumnya terangnya, kata dia, HMI sudah memberikan pembekalan dengan pemateri dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Solo.
“Semua anggota pemantau itu berasal dari mahasiswa dari dua universitas, yakni UNS dan Uniba Solo. Kami tidak menempatkan pemantaau di Kelurahan Kepatihan Wetan, karena di pilih salah satu antara Kepatihan Wetan dan Kepatihan Kulon. Jadi satu kelurahan ditempatkan satu personel,” ujar Adilla yang diamini Ketua Bidang Pembinaan Anggota HMI Solo, Yasser Arafat. – Oleh : trh
http://www.solopos.net/zindex_menu.asp?kodehalaman=h29&id=278635
Posted by: tapibukanaku on: Juni 29, 2009
Andai aku jadi presiden yang pertama aku lakukan adalah memberi ucapan selamat kepada musuh –musuhku yang telah bertarung sampai akhir melawanku dalam pemilu lalu. Aku sadar bahwa kemenanganku ini adalah berkat usaha mereka juga yang telah menyindirku,mencemarkan nama baikku dan menghujat perilakuku. Aku bersyukur bahwa rakyatku adalah rakyat yang mudah terharu sehingga kemarin ketika kampanye aku memutuskan tidak memberi mereka janji yang terlalu muluk. Aku hanya cukup memasang wajah sendu dan meminta untuk pendukungku merasakan penderitaanku. Terbukti kampanyeku ini lebih berhasil daripada calon-calon pesaingku yang memberi seribu satu janji yang tidak berdasar dan tidak sesuai kepribadian bangsaku. Hal kedua yang aku lakukan setelah aku menjadi presiden adalah melakukan kunjungan (istilah kerennya:sowan) ke para pengusaha dan ulama. Ini kulakukan bukan juga tanpa alasan, tidak seperti calon lain yang pada kampanye lalu mengunjungi rakyatku di pasar-pasar , warung kelontong atau komunitas pinggiran maka masa kampanye kemarin aku lebih memilih memanfaatkan waktu kampanye dengan mengunjungi rekan-rekan pengusahaku di hotel-hotel, apartemen, dan perumahan elit. Aku ingin berterima kasih karena merekalah yang sebenarnya memegang perekonomian Negara kita. Rakyat kecil di pasar tidak akan berdagang seandainya pemilik pasar yang notabene rekan-rekanku tidak memberi kemurahan harga sewa kios pada mereka. Begitu juga rekan-rekanku yang lain, seperti pemilik mall, pabrik industri,maupun lembaga pendidikan. Pengusaha mempunyai kekuatan untuk menekan rakyat yang bekerja pada mereka untuk memilihku dengan ancaman PHK dan yang perlu aku lakukan hanya memberi keringanan pajak bagi mereka. Dan aku bukanlah pria yang mudah ingkar janji maka sekarang aku berkunjung ke mereka untuk membicarakan perjanjian yang dulu kubuat. Sungguh hebat kan diriku?
Seperti aku bilang tadi aku juga akan melakukan kunjungan ke ulama yang telah ikut andil dalam kemenanganku, berkat mereka yang memberi pemahaman agama kepada rakyatku bahwa orang tertindas besar pahalanya,orang yang dihina akan masuk surga, dan masuklah neraka bagi para pengumpat, rakyatku menjadi percaya bahwa akulah orang yang akan membawa mereka masuk surga.. Sebenarnya aku sendiri juga heran mengapa para ulama menjual ayat mereka hanya dengan 1 apartemen dan 2 mobil mewah, tapi sudahlah itu urusan mereka, bagiku yang penting adalah kemenanganku dan rakyat pengikut ulama ulama tadi adalah pemilihku yang terbesar setelah pengusaha. Baca entri selengkapnya »
Posted by: tapibukanaku on: Mei 21, 2009
Sebelum hilang dari pikiran saya maka ditulis aja dey daripada harus nginget2 lagi. 3 hari saya coba belajar menghilang dari dirinya dan 2 hari kemarin biarpun saya sendiri masih belum bisa ngelupain tapi udah ada hal positif. Yang pertama hari selasa kemarin after kuliah yang lagi kosong,ada acara di komisariat diskusi NDP bab 3 tentang eskatologi dan maad.yang dateng tidak begitu banyak tapi tetep semangat dunk itung2 sambil menyibukkan diri=) yang dibahas ga jauh dari kematian,tujuan hidup,surga, neraka. Baca entri selengkapnya »
Posted by: tapibukanaku on: Mei 21, 2009

Anak penjual mie ayam di Surabaya akhirnya tewas setelah seminggu lalu tersiram air panas saat terjadi razia oleh Satpol PP. Sementara itu para ‘tuan tuan’ yg mengatasnamakan rakyat di Jakarta sibuk mencari pasangan, menggelar pesta kemewahan, mengejar kekuasaan. Saya yakin tidak terbersit di benak mereka bahwa uang yg mereka pakai untuk makan adalah jg uang yg dibayar oleh ibu anak tersebut. Uang yg seharusnya tidak dipakai untuk membunuh anaknya sendiri. Baca entri selengkapnya »
Komentar Terbaru